Menu Close

10 Tipe Kepemimpinan Dalam Tim, Kamu Termasuk Yang Mana?

Perbedaannya adalah pada sikap atau perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti dan mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan dimana salah satu dari prinsip dasar itu adalah integritas diri. Menanamkan nilai–nilai kepemimpinan Asthabrata kepada generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara formal dan informal. Misalnya mendidik anak untuk hidup mandiri, jujur, dan tidak terlalu ketergantungan kepada orang lain.

Sebuah watak menjadi pemimpin

Kamu akan membiarkan diri untuk terbuka menerima pandangan baru dan terus kepo untuk mencari wawasan lainnya. Pemimpin idaman harus mengenal dirinya dengan baik sebelum mengenal kepribadian anggota atau anak buahnya. Salah satu penerapan mudahnya adalah dengan melakukan analisis Strength, Weakness, Opportunities, Threats . Pendekatan ini bukan cuma dipakai untuk bisnis, tapi juga lebih dalam mengenal diri sendiri. Apabila bisnis tersebut merugi, pemimpin harus bisa menanggulanginya dengan mengatur strategi baru di beberapa hal, seperti efisiensi,strategi pemasaran yang lebih jitu, dan lainnya sehingga bisnis kembali mencetak untung. Namun sebaliknya, jika bisnis mendulang untung, seorang pemimpin akan tetap melakukan cara agar bisnis atau perusahaannya terus berkemban dan keuntungan meningkat.

Bukan jenis pemimpin dengan psychological tempe, selalu ragu-ragu dan serba lambat mengambil keputusan di antara sekian banyak pilihan yang memang mustahil sempurna. Pemimpin yang kredibilitasnya mumpuni, sejak semula diberi amanah siap mempertanggung jawabkan kegagalan tanpa mencari kambing belang. Pemimpin itu lebih suka mencari apa yang keliru untuk diperbaiki ketimbang mencari siapa yang patut disalahkan. Kredibilitas juga mengandung pengertian adanya ketenangan batin seorang pemimpin untuk memberikan reaksi yang tepat terutama dalam keadaan kritis. Selain itu juga kredibilitas menyangkut aspek kecakapan dan ketrampilan teknis memimpin.

Inilah Pedang Malam, yang selalu diasahnya dengan tulus ikhlas dan khusuk, ditegakkan setiap malam. Dengan pedang malam ini timbul energi yang luar biasa dari pasukan Muhammad Al Fatih. Sjarah mencatat Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun berhasil menggapai sukses besar, menerobos benteng Konstantinopel, setelah dikepung beberapa bulan maka takluklah Konstantinopel. Suatu hari timbul soal ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota itu. Namun, lembut qolbunya bagai selembar sutra dalam menghadapi rakyat yang dipimpinnya.

Socrates dan Aristoteles, filosof Yunani mengatakan keberanian adalah karakter penting dalam menjalani kehidupan yang baik dan mempertahankan kehidupan masyarakat sipil, dikutip dari Kouzes dan Posner dalam bukunya “ALeader’s Legacy”. Ketika kesalahan terjadi, pengikut dengan cepat meyalahkan keadaan dan menyalahkan orang lain. Pemimpin di sisi lain, cepat menerima akuntabilitas atas tindakan mereka. Mereka tidak khawatir mengakui kesalahan, karena jika pemimpin menyalahkan orang lain justri akan membuat keadaan lebih buruk. Sayangnya, tak banyak orang yang percaya bahwa setiap manusia telah memberikannya potensi akal yang hebat untuk berpikir.

Kemampuan ini harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang mampu menggerakkan orang-orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Dapat terlaksana atau tidaknya penggerakan ini sangat dipengaruhi oleh pengelolaan kecerdasan emosi,kewibawaan,penciptaan motivasi dalam diri karyawan,kolega,maupun atasan pimpinan itu sendiri serta efektifitas dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya. Memimpin organisasi dengan kecerdasan emosi merupakan salah satu cara yang baik dalam menggerakkan seluruh komponen organisasi guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini dapat dilakukan dengan memotivasi perilaku pegawai untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budaya kerja, dan seterusnya.

Para pemimpin kebanyakan belum memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran ini. Sering terjadi praktek penyalahgunaan kekuasaan serta jalan menyimpang dalam banyak kasus. Para pemimpin juga sangat jarang yang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kebanyakan sibuk dengan pekerjaan yang bersifat pribadi dan mencari kemudahan, sepeti wisata dan liburan ke luar negeri.

Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi. Kepemimpinan mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan dapat dikatakan sangat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Seorang Pimpinan membutuhkan orang lain, yaitu bawahan untuk melaksanakan secara langsung tugas-tugas, di samping memerlukan sarana dan prasarana lainnya.

Lalu kebanggaan ini juga dipamerkan kepada orang tua lain, dan disiarkan melalui media-media sosial pribadi. Berkat keinginan membanggakan anak-anak mereka maka anak diminta untuk mengerjakan ini dan itu, bahkan mengikuti berbagai Deposit DANA kursus. Berdasarkan fenomena tersebut, dapat dikatakan bahwa anak memimpin di bidang tertentu atau menonjol pada suatu keterampilan tertentu. Mari kita telusuri lebih jauh apa makna sebenarnya dari ‘memimpin’ itu sendiri.

Jepang laksana suatu negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya. Demikian halnya Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya sebelas persen daratannya yang bisa ditanami. Bank-bank di Swiss juga saat ini menjadi bank yang dapat memberikan jaminan keamanan bagi pada penanam modal di dunia. Dengan melihat kondisi masyarakat saat ini, maka nilai-nilai kepemimpinan menjadi hal yang sangat penting untuk dikemukakan.